Minggu, 01 Oktober 2017

Buah Dan Sayur, Makanan Untuk Balita Yang Aman Dan Bergizi

Buah dan Sayur untuk Gizi Balita
Tentunya Bunda tahu bahwa tidak mudah untuk menyiapkan makanan untuk balita terutama berbahan buah dan sayur. Berbagai respon mereka tunjukkan, misalnya dengan muntah, rewel makan bahkan melempat-lempar makanan. Tetapi tahukah Bunda bahwa tanpa asupan buah dan sayur, maka si buah hati tidak mendapat vitamin yang cukup untuk tumbuh kembangnya? Untuk menyiasati hal ini, maka buah dan sayur harus dikemas dalam bentuk lain dalam makanan lain. Namun, sebelum mengolah buah dan sayur, Bunda sebaiknya memahami buah dan sayur apakah yang cocok untuk tumbuh kembang balita.

Buah-buahan yang cocok untuk bayi harus dinilai dari berbagai segi. Misalnya jenis buah-buahan yang mudah dikunyah, dicerna dan atau tidak terlalu asam. Contoh buah-buahan yang dapat dikenalkan pada saat pertama kali adalah alpukat, jeruk, melon, pir atau apel dan pisang. Buah-buahan tersebut kaya akan vitamin. Misalnya pada buah jeruk yang umum kita ketahui sebagai sumber vitamin C. Tetapi tidak hanya itu saja, jeruk ternyata mengandung kandungan asam folat tinggi yang dapat membantu perkembangan otak dan juga mengandung kalium yang berperan sebagai penjaga keseimbangan tekanan darah bahkan mencegah osteoporosis.

Contoh buah lain yang seringkali dikonsumsi oleh balita adalah pisang. Pisang memiliki kalium sama seperti jeruk. Kalium dalam pisang berperan untuk menetralkan natrium dan membantu proses pembentukan tulang. Selain kalium, pisang dikenal dengan kandungan vitamin A yang sangat baik untuk bayi. Vitamin A ini berguna sekali untuk kesehatan mata bayi utamanya pada bagian retina. Wah-wah, bagaimana Bunda? Banyak sekali kan manfaat di dalam satu buah? Tidak sampai disitu saja, ya. Pisang memiliki kandungan lain, yaitu kalsium, magnesium fosfor, zat besi, asam folat dan vitamin B12. Masih meragukan khasiat buah-buahan?

Apel juga tidak kalah penting lho, Bun. Buah apel juga memiliki kandungan kaya akan vitamin, terutama vitamin A, B1, B2, dan C. Bukan hanya vitamin yang baik untuk si kecil, buah apel juga memiliki kandungan mineral seperti kalium, kalsium, zat besi, fosfor, serta yodium. Nah, semua nutrisi juga vitamin yang ada di dalam buah apel ini sangat penting guna perkembangan anak, hal ini dikarenakan buah apel mampu menunjang pertumbuhan tulang, organ, kulit, darah, juga jaringan otak si kecil.

Selain buah-buahan, tentunya konsumsi sayur-sayuran tidak boleh sampai dilewatkan. Masalahnya adalah ketika balita sudah dapat memberikan respon bila dia menolak sayuran maka tentu Bunda semakin kerepotan mengatasi hal ini. Di sisi lain, posisi sayur sebaiknya tidak dihilangkan dari daftar makanan balita. Sayur dan buah memiliki perannya masing-masing. Sama seperti buah, beberapajenis sayur dapat dikenalkan di awal mula tumbuh kembang balita. Sayuran seperti wortel, brokoli, kentang, kembang kol, ubi/ketela, jagung hingga bayam dapat menjadi alternatif sayuran yang Bunda berikan pada si kecil.

Mari melihat sejenak ke dalam kandungan gizi yang diberikan oleh beberapa contoh sayuran. Wortel, misalnya. Wortel telah dikenal sebagai sayuran yang paling umum dikonsumsi bayi. Sayur yang satu ini memiliki kandungan vitamin A yang sangat tinggi sehingga memiliki khasiat besar untuk menjaga kesehatan mata. Selain itu juga banyak kandungan vitamin lainya seperti vitamin B1, B2, B3, B6, B9, dan C, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, dan sodium. Sumber kalsium dan magnesium yang baik, yang berguna untuk pembentukan tulang pada bayi. Kandungan zat besinya pun berperan penting dalam memproduksi hemoglobin.

Selanjutnya adalah bayam. Sebagai sayuran hijau, bayam menjadi sayuran hijau pertama yang umumnya Bunda kenalkan kepada si kecil. Tekstur yang mudah hancur dibandingkan sawi atau selada, membuat bayam mudah dicerna. Nyatanya, bayam mengandung berbagai zat yang tidak hanya baik untuk pencernaan namun untuk tumbuh kembang bayi secara keseluruhan. Misalnya, peranan bayam untuk menjaga pertumbuhan sel-sel saraf dalam tubuh bayi karena tingginya kandungan Magnesium di dalam bayam atau mungkin di sisi lain konsumsi bayam dapat mencegah terjadinya anemia (walaupun kasusnya sangat jarang pada balita) dan membantu menyusun hemoglobin.

Nah, secara keseluruhan Bunda tentunya dapat menyimpulkan bahwa buah dan sayur akan sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang balita. Menghilangkan buah dan sayur dari daftar makanan untuk balita hanya akan membuatnya kekurangan gizi dan vitamin bahkan menghambat lancarnya pertumbuhan. Untuk menyiasati hal tersebut, berkreasilah dengan sayur dan buah agar keduanya tetap masuk ke dalam tubuh balita.

Tidak ada komentar:
Write komentar