Sunday, 27 May 2018

Dampak Buruk Tekstur Makanan Pendamping ASI yang Tidak Sesuai dengan Usia Bayi

Makanan Pendamping ASI Terbaik Untuk Bayi Usia 8 Bulan
Makanan pendamping ASI memberikan peranan penting dalam tumbuh kembang anak. Tidak hanya jenis bahan dan nutrisi yang harus diperhatikan, namun orang tua juga harus memperhatikan tekstur makanan untuk bayi. Tekstur makanan perlu disesuaikan dengan usia bayi.

Bayi bisa mulai mengonsumsi makanan pendamping sejak usianya memasuki 6 bulan. Pada saat awal mulai mengonsumsi makanan, tekstur makanan yang diberikan tentu harus sangat lembut seperti puree. Hal ini karena bayi baru pertama kali menerima makanan dan fungsi pencernaan belum bekerja secara sempurna.

Begitu juga pada tahap perkembangan selanjutnya. Tekstur makanan harus terus berubah sesuai dengan usia anak. Tekstur makanan perlu disesuaikan agar bisa membantu mendukung perkembangan fungsi pencernaan pada tubuh anak. 

Tekstur Makanan setelah Melewati Bulan ke-6

Sudah disinggung sebelumnya bahwa bayi yang memasuki usia 6 bulan perlu mengonsumsi makanan yang teksturnya sangat lembut atau cenderung encer. Kemudian setelah melewati usia 6 bulan, tekstur makanan bisa ditingkatkan. Pada usia 7 bulan, anak sudah bisa diberi makanan oatmeal.

Begitu juga dengan tekstur makanan bayi 8 bulan dan 9 bulan. Pada usia ini bayi bisa mulai diberi oatmel. Setelah menginjak usia 10 bulan ke atas maka bisa diberi bubur tim. Selanjutnya jika anak sudah berusia lebih dari 12 bulan, anak bisa mulai belajar untuk mengonsumsi makanan keluarga dengan tekstur yang lebih kasar.

Dampak Pemberian Makanan yang Tidak Sesuai Usia

Lalu bagaimana jika anak diberi makanan yang teksturnya tidak sesuai dengan usia? Anak usia 6 bulan belum bisa mencerna makanan yang kasar sehingga teksturnya harus dibuat selembut mungkin bahkan cenderung encer. Jika diberi makanan bertekstur kasar maka tidak akan bisa dicerna dengan sempurna oleh tubuh.

Begitu juga dengan anak usia 7 bulan hingga sebelum mencapai 1 tahun, tekstur makanan yang diberikan perlu dibuat halus. Kekasaran tekstur kemudian ditingkatkan seiring dengan usia anak. Jika anak mengonsumsi makanan yang terlalu kasar untuk usianya maka bisa menyebabkan tersedak dan berdampak buruk untuk organ pencernaan.

Organ pencernaan bayi belum berkembang sempurna dan belum bisa menjalankan fungsinya dengan baik seperti manusia dewasa. Memberikan makanan dengan tekstur yang tidak sesuai akan membuat timbulnya gangguan pencernaan.

Begitu juga ketika anak usia 1 tahun lebih diberi makanan yang teksturnya lembut. Jika terus menerus diberikan makanan bertekstur lembut maka perkembangan tubuh dan organ pencernaan akan terhambat. 

Salah satu contohnya adalah perkembangan rahang atau fungsi mulut. Jika anak usia di atas 1 tahun masih diberi makanan lembut maka perkembangan rahang dan fungsi pengunyahan bisa terhambat. Hal ini karena tekstur makanan bisa membantu mengembangkan fungsi pengunyahan menjadi semakin kuat.

Ubah Tekstur Makanan secara Perlahan

Anak perlu beradaptasi dengan makanan yang dikonsumsi. Apalagi jika Anda ingin mengubah tekstur makanan mengikuti perkembangan usia anak. Pastikan untuk melakukannya secara perlahan agar anak tidak kaget dan bisa beradaptasi. 

Namun perlu diperhatikan bahwa tekstur makanan yang terus meningkat kekasarannya ini bisa berlaku untuk anak dengan perkembangan atau fisik yang normal. Jika anak memiliki kelainan tertentu pada fisik atau organ pencernaannya, Anda harus berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu mengenai tekstur makanan yang tepat.

Sebagai orang tua yang bijak, Anda harus selalu cermat mempersiapkan nutrisi terbaik untuk anak. Pastikan anak mendapatkan makanan pendamping ASI dengan gizi seimbang dan tekstur yang tepat.

No comments:
Write comments