Tuesday, 26 June 2018

Daftar Pantangan Ibu Hamil, Mitos atau Fakta?

Pantangan untuk ibu hamil, mitos atau fakta?
Ada beberapa hal yang menjadi pantangan ibu hamil dan harus sangat diperhatikan agar tidak terjadi gangguan apapun pada janin. Sebagai calon ibu, anda harus memiliki pengetahuan mengenai apa saja hal yang seharusnya tidak dilakukan agar kesehatan kandungan tetap terjaga dan janin bisa berkembang dengan baik.

Dari banyaknya pantangan yang dimiliki oleh ibu hamil, ternyata tidak semuanya benar. Maksudnya, ada beberapa jenis pantangan yang ternyata hanyalah sebuah mitos dan sayangnya masih tetap dipercaya hingga saat ini dan membuat para calon ibu menjadi salah paham.

Ketika hamil, memang bnear jika seorang wanita harus berhati-hati dalam bertindak dan memilih makanan yang dikonsumsi. Namun, anda juga harus paham apakah memang tindakan hati-hati anda benar untuk dilakukan ataukah hanya sebuah mitos. Bahkan mungkin ada sebuah pantangan yang ternyata sebuah mitos dan faktanya justru bisa berdampak positif bagi kandungan.

Fakta dan Mitos Pantangan Ibu Hamil

Agar ibu hamil bisa memilih dengan benar pantangan apa yang tidak seharusnya dilakukan, kali ini kita akan coba membahas fakta dan mitos pantangan pada ibu hamil.

1. Menghindari minum air es

Banyak yang percaya bahwa ibu hamil harus menghindari air es. Hal ini dikarenakan air es bisa menyebabkan kegemukan sehingga nanti janin akan memiliki berat badan berlebih. Hal tersebut tidaklah tepat dan hanya sebuah mitos.

Berat badan dipengaruhi oleh faktor genetik dan kondisi-kondisi lainnya seperti kebiasaan makan ibu. Yang harus dihindari adalah konsumsi air es dengan tambahan gula berlebih seperti sirup, minuman ringan, dan lain sebagainya yang menyebabkan penumpukan gula sintesis pada tubuh bayi.

2. Menghindari durian dan nanas

Aturan yang satu ini sudah sangat populer di kalangan ibu hamil. Buah nanas dan durian merupakan dua jenis buah yang sangat dihindari oleh para ibu hamil karena dua buah ini dinilai berbahaya untuk janin. Namun, sebenarnya tidak ada keterikatan khusus antara konsumsi nanas dan durian dengan kondisi janin.

Larangan memakan nanas dan durian pada dasarnya untuk mencegah munculnya perasaan mual pada sang ibu. Jika ibu merasa mual karena rasa yang kuat dari nanas dan durian lalu muntah maka dikhawatirkan ibu akan kekurangan banyak nutrisi dari makanan yang dimuntahkan.

3. Larangan makan ikan lele

Banyak yang berpendapat bahwa jika seorang ibu hamil memakan ikan lele maka anak yang dilahirkan nanti akan memiliki kepala yang besar. Hal ini merupakan sebuah kesalahan besar. Justru ikan lele memiliki kandungan gizi yang baik untuk ibu hamil dan janin yang dikandung.

4. Pantangan menjahit

Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa jika ibu hamil menjahit maka anak yang dikandung nantinya akan memiliki bibir sumbing. Hal ini merupakan sebuah mitos yang tidak seharusnya ditakuti oleh para ibu hamil. 

Bibir sumbing itu sendiri disebabkan oleh berbagai macam faktor seperti pengaruh obat kimia yang dikonsumsi ibu hamil, faktor genetik, hingga efek dari radiasi. Jadi, tidak ada hubungannya dengan aktivitas ibu hamil yang melakukan kegiatan menjahit.

Sebagai ibu yang cerdas, anda harus pandai mencerna informasi mengenai pantangan yang perlu dihindari selama hamil. Jangan menelan mentah-mentah informasi yang disampaikan orang lain tanpa mencari tahu infomasi yang sesungguhnya yang sudah terbukti secara medis.

Jangan sampai karena terlalu banyak mematuhi pantangan selama hamil, anda justru menjadi terkekang dan merasa stres. Jadi, pastikan anda sudah mencari kepastian pantangan ibu hamil dari berbagai sumber yang terpercaya.

Sunday, 24 June 2018

Pengaruh Positif Bermain terhadap Tumbuh Kembang Anak

Pengaruh positif tumbuh kembang anak
Proses tumbuh kembang anak merupakan sebuah perjalanan yang menyenangkan bagi anak dan orang tua. Mengiringi anak tumbuh dan berkembang dengan baik menjadi sebuah kesempatan yang sangat berharga bagi semua orang tua di dunia ini. Tentu tak ada satupun orang tua yang ingin melewatkan proses perkembangan anak.

Proses pertumbuhan dan perkembangan setiap anak memang berbeda-beda. Banyak sekali hal yang akan mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan setiap anak. Selain asupan nutrisi makanan dan perhatian dari orang tua, proses ini juga dapat dipengaruhi oleh aktivitas bermain anak.

Bermain ternyata tidak hanya aktivitas yang menyenangkan namun juga sangat bermanfaat. Saat bermain, anak mengalami proses bertumbuh dan berkembang. Karena itulah sebagai orang tua, anda perlu memberikan kebebasan kepada anak untuk bermain dan mengeksplorasi apa yang ada di sekitarnya.

Bagaimana Bermain bisa Berpengaruh pada Tumbuh Kembang Anak?

Berikut akan dibahas bagaimana bisa aktivitas bermain mempengaruhi proses anak dalam bertumbuh serta berkembang.

1. Melatih motorik

Sudah sangat jelas bahwa bermain akan sangat membantu perkembangan motorik anak. Dengan bermain menggunakan benda-benda di sekitarnya, kemampuan motorik anak akan semakin terasah. Semakin bervariasi permainan yang dilakukan maka semakin terlatih pula kemampuan motorik mereka.

Oleh karena itu, orang tua tidak perlu merasa terlalu cemas ketika anak bermain. Biarkan anak bermain dengan cara mereka sehingga kemampuan motorik akan terus berkembang.

2. Merangsang kecerdasan otak

Bermain tidak hanya memberikan kesenangan tapi juga bisa dijadikan sebagai media belajar. Ketika bermain, anak mendapatkan banyak pengetahuan baru. Mereka bisa mengenali barang-barang baru dan cara bermain yang mungkin sebelumnya tidak mereka ketahui.

Sebagai orang tua, anda bisa mengarahkan anak untuk melakukan permainan edukatif. Contohya seperti bermain menggunakan puzzle atau permainan lainnya yang merangsang anak untuk berpikir.

3. Melatih sosial anak

Bermain juga bisa membantu membentuk jiwa sosial anak. Biarkan anak bermain dengan teman-teman sebayanya. Bermain bersama teman akan membuat anak mengenal orang-orang di sekitarnya. Hal ini juga bisa membantu menumbuhkan rasa sayang dan kepedulian kepada orang lain.

4. Membentuk kepribadian

Agar anak memiliki kepribadian yang baik maka anda harus membentuknya sedini mungkin. Bermain bisa membantu membentuk kepribadian pada anak. Contohnya, permainan puzzle bisa melatih anak menjadi lebih sabar kemudian permainan fisik bisa melatih anak untuk berhati-hati.

Arahkan anak pada permainan yang bisa membentuk kepribadian positif. Membiarkan anak bermain dan bereksplorasi sendiri juga merupakan usaha untuk melatih anak agar menjadi lebih mandiri. Jangan terlalu mengekang anak dan biarkan anak menemukan cara bermain mereka sendiri. 

5. Pengenalan lingkungan 

Bermain juga menjadi satu cara untuk mengenalkan lingkungan sekitar kepada anak. Penting sekali bagi anak untuk mengenali lingkungan tempat ia tinggal. Anda bisa mengajak anak bermain di halaman rumah atau berjalan-jalan sore di sekitar rumah agar anak bisa mengenal lingkungan.

Biasanya proses pertumbuhan dan perkembangan sangat dihubungkan pada nutrisi makanan. Padahal ada banyak hal yang bisa ikut berpengaruh salah satunya adalah aktivitas bermain ini. Seringkali orang tua membatasi anak bermain karena khawatir padahal anda cukup mengawasi saja tanpa perlu membatasi dengan berlebihan.

Ketika anak dibiarkan bebas mengeksplorasi dan bermain, maka anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Proses tumbuh kembang anak akan menjadi semakin menyenangkan jika dilakukan dengan metode yang menyenangkan pula seperti bermain.

Saturday, 23 June 2018

Memantau Perkembangan Fisik Anak Usia 0-6 Tahun

Perkembangan fisik anak usia 0-6 tahun
Perkembangan fisik anak menjadi salah satu perhatian utama bagi orang tua. Menyaksikan anak tumbuh dan berkembang tentu menjadi kebahagiaan serta kebanggaan tersendiri bagi para orang tua. Apalagi jika perkembangan fisik anak berjalan lancar dan normal, tentu orang tua akan sangat bahagia.

Pada dasarnya setiap anak memiliki tahap perkembangan fisik yang tidak sama. Seperti kita ketahui bahwa karakteristik perkembangan anak berbeda-beda meskipun pada dasarnya memang hampir sama. Apapun itu, bagi orang tua, yang terpenting adalah anak dalam kondisi yang sehat di setiap tahap perkembangannya.

Sebagai orang tua tentu Anda harus memahami bagaimana tahap perkembangan fisik yang terjadi pada anak. Dengan begitu maka Anda bisa menentukan apakah anak Anda memiliki tahap perkembangan yang normal atau tidak. Kali ini kita akan coba membahas mengenai tahap perkembangan fisik pada anak usia 0 hingga 6 tahun.

Perkembangan Fisik Anak 0-6 Tahun

1. Anak usia 0-1 tahun

Pada usia ini anak sudah mampu membawa dan menahan barang dengan tangannya sendiri. Pada rentang usia ini anak juga akan belajar merangkak serta memainkan jari tangan di depan mata. Anak juga sudah bisa mulai berjalan dengan berpegangan atau dibantu oleh orang tua. 

2. Anak usia 1-2 tahun

Pada usia ini anak sudah bisa berjalan tanpa berpegangan atau bantuan orang tua. Anak juga sudah mulai belari meskipun akan sering terjatuh. Pada rentang usia ini anak juga sudah memiliki kekuatan untuk mendorong maupun menarik benda yang ukurannya cukup besar sambil berjalan.

3. Anak usia 2-3 tahun

Pada usia ini anak bisa mulai mengayuh sepeda roda tiga. Anak juga sudah bisa memegang pensil dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk. Selain itu, pada usia ini anak juga bisa memanjat beraneka ragam benda yang ada di sekitarnya.

4. Anak usia 3-4 tahun

Pada rentang usia ini anak akan menjadi sangat aktif. Mereka bisa melompat turun dari ketinggian tertentu, melempar bola, hingga berdiri dengan satu kaki tanpa terjatuh selama kurang lebih 5 detik. Pada usia ini anak juga sudah semakin lancar mengendarai sepeda.

5. Anak usia 4-5 tahun

Pada usia ini anak sudah bisa dikatakan mandiri namun tetap dengan pengawasan dari orang tua. Anak sudah bisa bermain sendiri dengan teman-temannya, berlari, bersepeda, dan berbagai aktivitas lainnya. Anak juga mulai memiliki pilihan sendiri misalnya pilihan makanan maupun pilihan hobi.

6. Anak usia 5-6 tahun

Pada usia ini anak akan jauh lebih mandiri. Anak sudah memiliki hubungan pertemanan yang jauh lebih luas. Anak sudah bisa mengerjakan berbagai macam hal seorang diri. Contohnya, anak sudah bisa mandi dan makan sendiri. Anak juga mulai tertarik pada satu hal dan menjadikannya sebagai hobi.

Sebagai orang tua, Anda harus selalu cermat mengawasi perkembangan anak. Pastikan anak mendapat fasilitas dan dukungan penuh dari orang tua di masa perkembangan mereka. Hal itu akan sangat mempermudah proses perkembangan anak dan membuat anak juga semakin bahagia karena kasih sayang dari orang tua.

Namun perlu diketahui bahwa proses perkembangan fisik anak sama sekali tidak bisa dipaksa. Sebagai orang tua Anda bisa membantu semaksimal mungkin agar anak tumbuh berkembang dengan lancar. Namun, proses tersebut pada akhirnya akan dikembalikan pada si anak itu sendiri. Jadi, nikmati saja prosesnya dan jangan memaksakan.

Friday, 22 June 2018

Cara Mendidik Anak : Tips Memberi Hukuman untuk Anak

Tips memberi hukuman untuk anak
Cara mendidik anak yang diterapkan oleh masing-masing orang tua bisa berbeda-beda. Ada beberapa orang yang berpendapat bahwa cara yang lembut akan lebih efektif. Namun, sebagian orang berpikir bahwa sikap yang tegas menjadi cara yang efektif untuk mendidik dan membentuk karakter anak.

Hukuman menjadi salah satu bagian strategi orang tua ketika mendidik anak. Hukuman dianggap menjadi salah satu upaya yang efektif membuat anak merasa jera ketika melakukan kesalahan. Dengan begitu mereka tidak akan mengulang kesalahan karena merasa dirugikan dengan hukuman tersebut.

Meskipun begitu, orang tua juga harus tetap berhati-hati dalam menentukan jenis hukuman yang tepat untuk anaknya. Hukuman yang diberikan haruslah bersifat mendidik dan tidak menyakiti kondisi mental anak. 

Cara Mendidik Anak Lewat Hukuman

1. Dengarkan penjelasan anak

Sebelum memberikan hukuman, terlebih dahulu Anda perlu mendengarkan penjelasan anak. Mintalah anak Anda untuk mengatakan alasan ia melakukan kesalahan tersebut. Apa yang menyebabkan ia kemudian berbuat kesalahan. Karena tidak semua kesalahan pantas untuk mendapat hukuman. 

Setelah mendengar penjelasan anak maka Anda bisa menentukan apakah anak memang pantas diberi hukuman atau tidak. Dengan mendengar alasan anak, Anda juga bisa memilih jenis hukuman yang paling pas sesuai dengan kesalahan yang dilakukan.

2. Redam Emosi sebelum Menghukum

Anda dilarang keras untuk memberi hukuman ketika masih merasa marah atau emosi. Memberikan hukuman kepada anak ketika Anda masih marah maka bisa menyebabkan anak akan merasa takut dan tertekan. Jenis hukuman yang dipilih saat masih emosi juga kemungkinan besar tidak edukatif bagi anak.

Oleh karena itu, lebih baik Anda redam dulu emosi Anda. Barulah kemudian Anda memikirkan hukuman apa yang paling pas untuk anak Anda sehingga ia tidak hanya merasa jera namun juga belajar.

3. Pilih Hukuman yang Edukatif

Ada banyak jenis hukuman yang bisa Anda berikan kepada anak. Misalnya, Anda bisa menghukum anak untuk membersihkan kamarnya atau membantu ibu memasak di dapur. Hukuman semacam ini akan membuat anak banyak belajar dan jenis hukumannya pun juga bisa bermanfaat.

Hindari pemberian hukuman yang tidak ada hasilnya sama sekali. Apalagi jika hukuman tersebut melibatkan fisik dan menyakiti anak. Pastikan anak sama sekali tidak tersakiti baik secara fisik maupun mental.

4. Larang Anak Melakukan Hal yang Disukai

Salah satu jenis hukuman yang ringan namun efektif adalah dengan melarang anak untuk melakukan hal-hal yang disukai. Misalnya, karena sudah melakukan kesalahan maka Anda menghukum anak Anda untuk tidak bermain sepatu roda selama satu minggu.

Dengan larangan semacam ini maka anak akan merasa rugi. Dengan begitu mereka akan merasa takut dan berpikir ulang saat akan melakukan hal-hal yang salah.

5. Jelaskan Alasan Anak Menerima Hukuman

Setelah memberi hukuman atau setelah anak selesai menjalani hukuman, Anda perlu menjelaskan kepada anak mengapa Anda harus memberi hukuman. Jelaskan pula apa yang diharapkan dengan hukuman tersebut.

Penjalasan semacam ini akan membuat anak paham bahwa jika mereka melakukan kesalahan maka mereka akan mendapat hukuman. Jangan lupa untuk meminta mereka berjanji tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Memberi hukuman kepada anak memang penting apalagi jika anak melakukan kesalahan. Namun, hukuman tidak perlu yang berat atau menyusahkan anak. Cukup berikan hukuman ringan yang sifatnya edukatif dan tidak menyakiti anak baik secara fisik maupun mental.

Itulah tadi cara mendidik anak melalui hukuman yang bisa Anda terapkan. Yang terpenting, Anda tetap harus menjaga komunikasi dengan anak. Dengarkan dulu penjelasan mereka kemudian Anda juga harus menjelaskan jika memang Anda terpaksa memberikan hukuman. 

Tuesday, 5 June 2018

Pindah ke Ibukota, Apa Saja Pertimbangannya?

Fasilitas Apartemen di Tebet dan Apartemen di Bintaro
Kehidupan di kota kecil punya keunikan tersendiri. Tapi, potensi untuk kesempatan kerja yang lebih baik bisa memicu orang untuk meninggalkan kampung halaman dan pindah ke ibukota. Untuk membantu Anda menentukan apakah ini pilihan tepat, berikut ini beberapa tips yang perlu Anda pertimbangkan sebelum pindah ke Jakarta.

Siapa yang Anda kenal?

Mengenal seseorang di tempat yang baru jadi satu hal yang penting. Ini bukan berarti Anda harus punya teman dekat atau orang yang sudah Anda kenal lama, orang-orang ini bisa saja teman dari teman atau kerabat jauh. Mengenal seseorang jadi cara untuk berdiskusi sebelum pindah ke lingkungan yang baru. Anda bisa membahas tentang lingkungan ideal seperti apa yang Anda cari, seperti apa lingkungan di ibukota, dan sebagainya.

Apakah Anda sudah siap?

Tentunya kehidupan di ibukota sangat menggiurkan, tapi bukan berarti gaya hidup ini tepat untuk Anda. Anda perlu bicara pada diri sendiri dan keluarga serta teman untuk membantu menentukan pilihan yang tepat. Tanyakan ke diri sendiri, apakah Anda siap untuk tinggal di ibukota? Apakah Anda bisa mentolerir kebisingannya? Apakah Anda siap untuk tinggal jauh dari kampung halaman? Berapa besar anggaran yang Anda butuhkan untuk tinggal di kota besar? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, Anda punya pemahaman lebih baik tentang apakah pindah ke Jakarta jadi pilihan tepat untuk Anda.

Mencari tempat tinggal

Mencari apartemen baru jadi hal penting sebelum Anda pindah.  Anda perlu pastikan punya tempat untuk tinggal. Anda bisa pilih apartemen di Tebet, misalnya, bila Anda memang akan banyak beraktivitas di kawasan ini. Bergantung kondisi keuangan, Anda bisa pilih apartemen murah di Bintaro atau mencari roomate agar bisa berbagi biaya sewa dan tinggal di kawasan yang lebih baik.  Atau Anda perlu pindah ke pinggir kota karena faktor biaya atau kesulitan menemukan tempat yang sesuai. Pastikan Anda punya rencana cadangan untuk berjaga bila ada yang tidak berjalan sesuai harapan.

Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan ketika menyewa apartemen di Jakarta, berikut ini beberapa tipsnya:
  • Lokasi. Seperti yang kita tahu, lalu lintas di Jakarta sangat padat. Di sini, kita tidak mengukur perjalanan berdasarkan jarak, tapi waktu. Sebaiknya pilih tempat tinggal yang paling dekat dengan tempat yang sering Anda kunjungi. Sebelum pindah ke tempat baru, cek google maps beberapa kali dalam sehari untuk melihat berapa lama waktu tempuh perjalanan.
  • Negosiasi harga. Kini semakin banyak apartemen bermunculan di Jakarta, sehingga ada lebih banyak pilihan untuk Anda. Anda bisa pilih yang sesuai dengan anggaran dan jangan ragu untuk bernegosiasi, Anda tak akan tahu kalau ternyata bisa mendapat harga yang lebih terjangkau.
  • Aturan pembayaran. Biasanya penyewa diminta membayar sewa untuk 12 bulan di depan. Tapi pemilik apartemen bisa bersikap fleksibel dalam hal ini. Anda bisa bernegosiasi agar bisa membayar 6 bulan di depan. Ada juga pemilik apartemen yang menerima sewa tiap bulan, meski masih jarang.
  • Pilih agen properti yang tepat. Tiap orang ingin meningkatkan pemasukan, yang berarti siapa saja bisa menjadi agen apartemen. Tak perlu kantor, pengalaman, atau pengetahuan. Dengan banyaknya agen, tingkat layanan bisa bervariasi. Anda juga perlu berhati-hati, mungin saja agen yang Anda pilih mengambil uang Anda dan hilang pergi. Sebaiknya gunakan jasa agen yang sudah dipercaya.
  • Tagihan. Selalu cari tahu pengeluaran bulanan sebelum menandatangani kontrak. Kebanyakan apartemen yang menyertakan service atau maintenance memasukkannya dalam harga sewa, tapi bila Anda tidak memeriksanya, Anda bisa menerima tagihan tak terduga. Pastikan Anda punya semua informasi dan dokumentasinya jelas.
  • Pilih serviced apartment. Bila Anda ingin bebas dari kerepotan, sebaiknya pilih serviced apartment. Keuntungan dari apartemen ini Anda mendapat jasa housekeeping, jadi Anda tak perlu buang waktu membersihkan unit Anda.

Anggaran untuk biaya hidup

Tinggal di Jakarta akan jauh lebih mahal dari perkiraan Anda, jadi Anda perlu buat rencana anggaran mingguan, bulanan, maupun tahunan. Anda perlu tahu berapa banyak dana yang Anda butuhkan untuk sewa apartemen dan pengeluaran lain. Kebanyakan kebutuhan ini bervariasi bergantung di area mana Anda tinggal.

Sebelum pindah, Anda bisa menghubungi teman, atau kerabat atau penghuni yang tinggal di lingkungan yang akan Anda tinggali untuk memperoleh gambaran realistis tentang berapa banyak uang yang akan Anda keluarkan untuk kebutuhan makan, gas, dan hiburan. Anda juga perlu ingat, di Jakarta ada banyak tempat yang membuat Anda menghabiskan lebih banyak uang seperti restoran, karaoke, serta tempat-tempat menarik lainnya.

Bersosialisasi

Menjalin pertemanan di kota yang sibuk bisa jadi hal sulit, terutama ketika orang jarang melakukan kontak mata dengan orang asing, apalagi bertegur sama saat berpapasan. Tapi jangan ragu untuk berbaur dan memperoleh banyak teman, keluar dari apartemen Anda dan temui orang-orang baru.

Bergabunglah di organisasi yang memungkinkan Anda bertemu orang baru dengan minat yang sama. Misalnya, Anda bisa bergabung di komunitas olahraga, mengikuti kelas yoga, atau menjadi sukarelawan di acara amal. Datangi tempat bermain bilyar dan tantang orang di sana untuk bermain bersama Anda, atau buatkan makanan dan antarkan ke tetangga sebelah Anda.