Friday, 22 June 2018

Cara Mendidik Anak : Tips Memberi Hukuman untuk Anak

Tips memberi hukuman untuk anak
Cara mendidik anak yang diterapkan oleh masing-masing orang tua bisa berbeda-beda. Ada beberapa orang yang berpendapat bahwa cara yang lembut akan lebih efektif. Namun, sebagian orang berpikir bahwa sikap yang tegas menjadi cara yang efektif untuk mendidik dan membentuk karakter anak.

Hukuman menjadi salah satu bagian strategi orang tua ketika mendidik anak. Hukuman dianggap menjadi salah satu upaya yang efektif membuat anak merasa jera ketika melakukan kesalahan. Dengan begitu mereka tidak akan mengulang kesalahan karena merasa dirugikan dengan hukuman tersebut.

Meskipun begitu, orang tua juga harus tetap berhati-hati dalam menentukan jenis hukuman yang tepat untuk anaknya. Hukuman yang diberikan haruslah bersifat mendidik dan tidak menyakiti kondisi mental anak. 

Cara Mendidik Anak Lewat Hukuman

1. Dengarkan penjelasan anak

Sebelum memberikan hukuman, terlebih dahulu Anda perlu mendengarkan penjelasan anak. Mintalah anak Anda untuk mengatakan alasan ia melakukan kesalahan tersebut. Apa yang menyebabkan ia kemudian berbuat kesalahan. Karena tidak semua kesalahan pantas untuk mendapat hukuman. 

Setelah mendengar penjelasan anak maka Anda bisa menentukan apakah anak memang pantas diberi hukuman atau tidak. Dengan mendengar alasan anak, Anda juga bisa memilih jenis hukuman yang paling pas sesuai dengan kesalahan yang dilakukan.

2. Redam Emosi sebelum Menghukum

Anda dilarang keras untuk memberi hukuman ketika masih merasa marah atau emosi. Memberikan hukuman kepada anak ketika Anda masih marah maka bisa menyebabkan anak akan merasa takut dan tertekan. Jenis hukuman yang dipilih saat masih emosi juga kemungkinan besar tidak edukatif bagi anak.

Oleh karena itu, lebih baik Anda redam dulu emosi Anda. Barulah kemudian Anda memikirkan hukuman apa yang paling pas untuk anak Anda sehingga ia tidak hanya merasa jera namun juga belajar.

3. Pilih Hukuman yang Edukatif

Ada banyak jenis hukuman yang bisa Anda berikan kepada anak. Misalnya, Anda bisa menghukum anak untuk membersihkan kamarnya atau membantu ibu memasak di dapur. Hukuman semacam ini akan membuat anak banyak belajar dan jenis hukumannya pun juga bisa bermanfaat.

Hindari pemberian hukuman yang tidak ada hasilnya sama sekali. Apalagi jika hukuman tersebut melibatkan fisik dan menyakiti anak. Pastikan anak sama sekali tidak tersakiti baik secara fisik maupun mental.

4. Larang Anak Melakukan Hal yang Disukai

Salah satu jenis hukuman yang ringan namun efektif adalah dengan melarang anak untuk melakukan hal-hal yang disukai. Misalnya, karena sudah melakukan kesalahan maka Anda menghukum anak Anda untuk tidak bermain sepatu roda selama satu minggu.

Dengan larangan semacam ini maka anak akan merasa rugi. Dengan begitu mereka akan merasa takut dan berpikir ulang saat akan melakukan hal-hal yang salah.

5. Jelaskan Alasan Anak Menerima Hukuman

Setelah memberi hukuman atau setelah anak selesai menjalani hukuman, Anda perlu menjelaskan kepada anak mengapa Anda harus memberi hukuman. Jelaskan pula apa yang diharapkan dengan hukuman tersebut.

Penjalasan semacam ini akan membuat anak paham bahwa jika mereka melakukan kesalahan maka mereka akan mendapat hukuman. Jangan lupa untuk meminta mereka berjanji tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Memberi hukuman kepada anak memang penting apalagi jika anak melakukan kesalahan. Namun, hukuman tidak perlu yang berat atau menyusahkan anak. Cukup berikan hukuman ringan yang sifatnya edukatif dan tidak menyakiti anak baik secara fisik maupun mental.

Itulah tadi cara mendidik anak melalui hukuman yang bisa Anda terapkan. Yang terpenting, Anda tetap harus menjaga komunikasi dengan anak. Dengarkan dulu penjelasan mereka kemudian Anda juga harus menjelaskan jika memang Anda terpaksa memberikan hukuman. 

No comments:
Write comments