Saturday, 23 June 2018

Memantau Perkembangan Fisik Anak Usia 0-6 Tahun

Perkembangan fisik anak usia 0-6 tahun
Perkembangan fisik anak menjadi salah satu perhatian utama bagi orang tua. Menyaksikan anak tumbuh dan berkembang tentu menjadi kebahagiaan serta kebanggaan tersendiri bagi para orang tua. Apalagi jika perkembangan fisik anak berjalan lancar dan normal, tentu orang tua akan sangat bahagia.

Pada dasarnya setiap anak memiliki tahap perkembangan fisik yang tidak sama. Seperti kita ketahui bahwa karakteristik perkembangan anak berbeda-beda meskipun pada dasarnya memang hampir sama. Apapun itu, bagi orang tua, yang terpenting adalah anak dalam kondisi yang sehat di setiap tahap perkembangannya.

Sebagai orang tua tentu Anda harus memahami bagaimana tahap perkembangan fisik yang terjadi pada anak. Dengan begitu maka Anda bisa menentukan apakah anak Anda memiliki tahap perkembangan yang normal atau tidak. Kali ini kita akan coba membahas mengenai tahap perkembangan fisik pada anak usia 0 hingga 6 tahun.

Perkembangan Fisik Anak 0-6 Tahun

1. Anak usia 0-1 tahun

Pada usia ini anak sudah mampu membawa dan menahan barang dengan tangannya sendiri. Pada rentang usia ini anak juga akan belajar merangkak serta memainkan jari tangan di depan mata. Anak juga sudah bisa mulai berjalan dengan berpegangan atau dibantu oleh orang tua. 

2. Anak usia 1-2 tahun

Pada usia ini anak sudah bisa berjalan tanpa berpegangan atau bantuan orang tua. Anak juga sudah mulai belari meskipun akan sering terjatuh. Pada rentang usia ini anak juga sudah memiliki kekuatan untuk mendorong maupun menarik benda yang ukurannya cukup besar sambil berjalan.

3. Anak usia 2-3 tahun

Pada usia ini anak bisa mulai mengayuh sepeda roda tiga. Anak juga sudah bisa memegang pensil dengan menggunakan ibu jari dan jari telunjuk. Selain itu, pada usia ini anak juga bisa memanjat beraneka ragam benda yang ada di sekitarnya.

4. Anak usia 3-4 tahun

Pada rentang usia ini anak akan menjadi sangat aktif. Mereka bisa melompat turun dari ketinggian tertentu, melempar bola, hingga berdiri dengan satu kaki tanpa terjatuh selama kurang lebih 5 detik. Pada usia ini anak juga sudah semakin lancar mengendarai sepeda.

5. Anak usia 4-5 tahun

Pada usia ini anak sudah bisa dikatakan mandiri namun tetap dengan pengawasan dari orang tua. Anak sudah bisa bermain sendiri dengan teman-temannya, berlari, bersepeda, dan berbagai aktivitas lainnya. Anak juga mulai memiliki pilihan sendiri misalnya pilihan makanan maupun pilihan hobi.

6. Anak usia 5-6 tahun

Pada usia ini anak akan jauh lebih mandiri. Anak sudah memiliki hubungan pertemanan yang jauh lebih luas. Anak sudah bisa mengerjakan berbagai macam hal seorang diri. Contohnya, anak sudah bisa mandi dan makan sendiri. Anak juga mulai tertarik pada satu hal dan menjadikannya sebagai hobi.

Sebagai orang tua, Anda harus selalu cermat mengawasi perkembangan anak. Pastikan anak mendapat fasilitas dan dukungan penuh dari orang tua di masa perkembangan mereka. Hal itu akan sangat mempermudah proses perkembangan anak dan membuat anak juga semakin bahagia karena kasih sayang dari orang tua.

Namun perlu diketahui bahwa proses perkembangan fisik anak sama sekali tidak bisa dipaksa. Sebagai orang tua Anda bisa membantu semaksimal mungkin agar anak tumbuh berkembang dengan lancar. Namun, proses tersebut pada akhirnya akan dikembalikan pada si anak itu sendiri. Jadi, nikmati saja prosesnya dan jangan memaksakan.

No comments:
Write comments